Friday, May 23, 2008

Seriously...I am sick


Seriously...I am sick. Sick of all this nonsense that this so call the 1
st family (kepala bapa & datok ulama dia). I just got more sick reading that we lost Pulau Batu Putih to the adopted country of this so call 1st family (kepala bapa & datok ulama dia). What are we going to do now? Do we wait until they sell the whole country. Even at this moment I feel like I'm living in another country & my Mycard is worthless.

Seriously..I am sick. No one can do anything to stop all this rot from happening. Turn every page in the blogs, you will read about the wrong doing of the so call 1st family (kepala bapa & datok ulama dia) but what happen? Just like to write or type about it for the fun of accusing? Where is the action? The so call 1st family (kepala bapa & datok ulama dia) are still there doing damages after another. We Malaysian is just like the leader, sleeping. Oh, I forgot that we like to play follow the leader. Kepimpinan Melalui Teladan is the right phrase to be precise. My goodness we lost Pulau Batu Putih, man.

Seriously..I am sick. That's it, we lost Pulau Batu Putih to singapore. Thank you Pak Lah for selling out our sovereignty to the Singapore. How many millions has Singapore gave to you Pak Lah & his family for this dispute? This is the question. I am not be surprise if this is the case. Pak Lah the incompetent leader starts to sell Malaysia to the southern state to Singapore bit by bit. This is another “penderhakaan” to the Johor Sultanate.

Don't give excuse that the ICJ have made the verdict & we shouldn't dispute it. In the first place we should not entertain the request from the singapore at all.

That is forever Malaysia's land & pak lah have shown how incompetent he can be. Running away to Japan to avoid facing public out cry in this matter. I bet when he comes back he will say “well, we have to respect the ICJ verdict & we have to be mature to accept this decision” blah,blah,blah and make the rakyat look more stupid then a donkey. Our nose is being pull by the so call 1st family (kepala bapa & datok ulama dia) Hoi...podah...munafik sejagat.

What is the faith of Pulau Pisang is going to be? This worth billions of Singapore dollars too. Would you guess that there is a plan to claim Pulau Pisang by the Singaporean? Would you guess that again we will fight it in ICJ and the Singaporean will win again? Would you guess that it will happen earlier then expected? Would you guess that it will be a nice area from Pulau Pisang on the West cross over through Iskandar in the middle end on the east of Pulau Batu Putih that will be the new Singapore Republic plus the Island? So what is you guess?

You guys in the so call intelligent can't even see what is happening. Strategically Singapore will expend five times the size of the Island. Starts from Pulau Pisang to Pulau Batu Putih. I hope that I'm wrong.

Someone have to do something to stop all this ROT. If we are not careful, this guess will be a nightmare to all Malaysia. Pray my fellow Malaysia, pray for the MOTHERLAND MALAYSIA. Save us from the so call 1st family (kepala bapa & datok ulama dia)...

GOD SAVE OUR KING, OUR QUEEN & OUR BELOVED COUNTRY.

Thursday, May 22, 2008

SURAT DARI SETAN KEPADA PAK LAH SEISI KELUARGA


Aku melihatmu kelmarin, saat engkau memulai aktiviti harianmu.

Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu

Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isyak sebelum berangkat ketempat tidurmu

Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukainya

Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.

Hai Bodoh-LAH, Kamu millikku.

Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .

Malah aku masih membencimu, karena aku tidak memungkiri janji ku kepada Allah.

Aku hanya menggunakanmu untuk menepati janji ku kepada Allah.

Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya.

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan.

Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.

Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH

Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani

Kita memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya, bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, mengunakan agama ALLAH sebagai alat kepentingan diri & keluarga, segala-galanya kita lakukan bersama.

Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.

TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.

Ayuklah, Hai Bodoh-LAH, kita terbakar bersama, selamanya.

Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.

Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.

Aku ingin mengucapkan 'TERIMAKASIH' karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.

Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku mengtertawakanmu.

Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.

Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.

Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.

Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.

Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.

Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya.

Begitulah anak-anak .

Baiklah, aku persilakan kau bergerak sekarang.

Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.

Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.

Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.

Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.

Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.

Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik dimata ALLAH.

Catatan : Jika kau benar2 menyayangiku , kau tidak akan memberi surat ini dengan siapapun.